Home » Artikel » Bahasa » Pengertian Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya

Pengertian Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya

May 12th, 2012 Artikel, Bahasa

Kamus Tesaurus Bahasa Indonesia (TBI) karya Eko Endarmoko adalah salah satu rujukan wajib bagi penerjemah, penulis, dan para pencinta bahasa Indonesia. Karya yang memuat sinonim dari kurang lebih 16 ribu lema ini sangat membantu dalam memberi variasi pilihan kata yang dapat digunakan dalam percakapan atau tulisan.
Kini, empat tahun setelah terbitnya TBI pada tahun 2006, Mas Eko pun mulai menyiapkan edisi selanjutnya dari bukunya ini dengan dibantu oleh orang-orang yang memiliki hasrat dan kecintaan yang sama terhadap bahasa Indonesia. Ada banyak hal yang akan ditambahkan pada edisi revisi yang rencananya akan diterbitkan pada sekitar tahun 2013 ini. Salah satu hal terpenting yang akan ditambahkan—yang belum ada pada edisi TBI saat ini—adalah antonim.


Dalam rangka persiapan edisi baru TBI, Pak Stephanus Bala telah memberikan suatu catatan yang sangat berguna bagi tim penyusun TBI tentang konsep sinonim, relasi makna, antonim, dan kontras. Atas izin beliau, berikut saya terbitkan catatan tersebut agar masyarakat umum pun dapat lebih memahami konsep-konsep tersebut. Sebagai catatan, nomor halaman yang tertera pada catatan adalah nomor halaman pada TBI.

Sinonim

Sinonim adalah kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi).

1. Sinonim mutlak

Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apa pun tanpa mengubah makna struktural dan makna leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat. Contoh:
o    kosmetik = alat kecantikan (h.337)
o    laris = laku, larap (h.364)
o    leksikografi = perkamusan (h.371)
o    kucing = meong (h. 341)

2. Sinonim semirip

Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja. Contoh:
o    melatis = menerobos  (h. 365)
o    lahiriah = jasmaniah (h.352)

3. Sinonim selingkung

Kata-kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal.

Contoh:  lemah = lemas (h.372)

Relasi makna adalah kata-kata yang secara makna memiliki tautan, termasuk sinonim, antonim, homonim, dan hipernim, tetapi makna dasar kata-kata tersebut tidak dapat dipertukarkan secara sewenang-wenang mengingat adanya kemungkinan terjadinya perubahan makna, atau pergeseran makna.

Contoh:
•    menguntit = mengikuti (h.345)
•    berjalan = beroperasi

Antonim

Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.

1.  Antonim berpasangan

kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya. Contoh:
o    (ber)-dosa >< suci  (tidak (ber)-dosa ≠suci)
o    istri >< suami  (bukan istri ≠ suami)
o    pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)

2. Antonim melengkapi

Kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain. Contoh:
o    pertanyaan >< jawaban
o    mencari >< menemukan

3. Antonim berjenjang

kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat. Contoh:
o    dingin >< hangat >< panas
o    kaku >< lentur >< elastis
o    mahal >< wajar >< murah

Kontras adalah kata-kata yang mengandung seluruh atau sebagian makna yang bertentangan secara tajam dan jelas. Jika kata-kata semacam ini dinegatifkan, makna kata yang menjadi penentangnya akan serta-merta muncul. Contoh:
• kaya >< melarat; kaya >< miskin.

kaya mengandung makna yang bertentangan secara tajam terhadap melarat, tetapi merupakan antonim melengkapi terhadap miskin.

• pintar >< tolol; pintar >< bodoh.

pintar mengandung makna yang bertentangan secara tajam terhadap tolol, tetapi merupakan antonim melengkapi terhadap bodoh.

• melarat – miskin atau tolol – bodoh merupakan sinonim semirip.

Kontras juga dapat dibentuk melalui afiksasi seperti, non-, a-, anti, awa-, nir-, tan-. Contoh:
•    komunis >< nonkomunis
•    susila >< asusila
•    mapanisme >< antimapanisme
•    berawak >< awaawak
•    laba >< nirlaba
•    baku >< tanbaku

 

Sudah terbayang oleh saya betapa kayanya TBI edisi baru ini. Tidak sabar rasanya menunggu tahun 2013.

 

Sumber :

http://ivanlanin.wordpress.com

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Leave comment for Pengertian Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya





Related Post to Pengertian Sinonim dan Antonim Beserta Contohnya

Seputar Persalinan

April 21, 2012
PERLENGKAPAN Jikalau anda berencana melahirkan di rumah, bidan akan menyarankan apa saja yang perlu disiapkan. Apabila berencana melahirkan di rumah sakit atau di rumah...

Laporan Kudus UMKM Expo 2012

September 28, 2012
KATA PENGANTAR  Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan kasih‐Nya, atas anugerah hidup dan kesehatan yang telah kami...

The young man and the golden mountain

April 25, 2012
Looking for employment, a young man was hired by another man, who took him abroad on the ship, which then sailed of to a...

Pendidikan Multikulturalisme dan Pluralisme di Indonesia

April 24, 2012
BAB I PENDAHULUAN   Beragamnya suku dan budaya bangsa Indonesia membuat ekspresi Islam pada Muslim Indonesia beraneka ragam pula. Tetapi, multikulturalisme IslamIndonesiaitu memiliki satu...